Bangkitlah
Entah mengapa kemalasan ini terus menerjang, seperti bocah kecil yang ketika merengek, meminta sebuah mainan yang benar-benar duharapkan kepada ayahnya. Sang ayah tercinta pun mengabulkan dengan menghadiahkan sebuah mainan si bocah, sesuai yang diharapkan. dibungkusnya mainan anaknya dengan kertas kado warna merah menyala, berpola kembang, diikatnya dengan pita warna-warni.
Ya, seperti itulah perasaan yang ada dalam diriku yang lain. Seperti sebuah keinginan yang teramat sangat, susah dihindari, pantang diabaikan.
Lalu, bagaimana dengan impian yang sudah aku rencanakan sejak sebelum mengikuti ujian nasional, di babak penghabisan di sekolah menengah atas dulu. mungkinkah terbenglalai, seperti buah apel berkilau, yang mulai membusuk, menjadi surga teruntuk cacing tanah lapar.
Tidak …
Aku tak ingin seperti itu……
aku…..
aku muak
aku kesal
aku jengah
aku bosan
aku………..
aku………..
tak tahu
namun yang pasti
aku bingung
Perjalanan Seekor Kuda
Seekor kuda berjalan menuju ke timur
Dengan penuh semangat
Mengejar mentari…
Ketoplak…….. ketoplak…. Ktoplak..
Plak……keto plak
Ktoplak plak keto
Plak
Ke to
Plak
Ketoplak….. Ketoplak…..
Ketoplak…..
Ketoplak…..` Ketoplak…..
Ketoplak…….. ketoplak…. Ktoplak..
Plak……keto plak
Plak plak keto….
HUH….. CAPEK…