Desember 14, 2009 at 3:49 pm (iseng2)

Bangkitlah

Entah mengapa kemalasan ini terus menerjang, seperti bocah kecil yang ketika merengek, meminta sebuah mainan yang benar-benar duharapkan kepada ayahnya. Sang ayah tercinta pun mengabulkan dengan menghadiahkan sebuah mainan si bocah, sesuai yang diharapkan. dibungkusnya mainan anaknya dengan kertas kado warna merah menyala, berpola kembang, diikatnya dengan pita warna-warni.

Ya, seperti itulah perasaan yang ada dalam diriku yang lain. Seperti sebuah keinginan yang teramat sangat, susah dihindari, pantang diabaikan.

Lalu, bagaimana dengan impian yang sudah aku rencanakan sejak sebelum mengikuti ujian nasional, di babak penghabisan di sekolah menengah atas dulu. mungkinkah terbenglalai, seperti buah apel berkilau, yang mulai membusuk, menjadi surga teruntuk cacing tanah lapar.

Tidak …
Aku tak ingin seperti itu……

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Seluler dalam Industri Logam

Desember 31, 2008 at 4:10 pm (Uncategorized)

Jalan raya di depan salah satu bank milik negara cabang Talang, Tegal sore itu terlihat ramai. Lalu-lalang dari kendaraan bermotor terlihat seperti tak bersahabat. mereka seperti enggan tuk memberi kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang.

Di sebelah timur bank tersebut, terdapat sebuah gang kecil. Gang itulah yang sering dilewati Nurzaman Afif, seorang distributor logam yang berasal dari Talang, Tegal, Jawa Tengah, meski sekedar untuk berjalan-jalan mengusir penat, maklum rumahnya memang berada di belakang bank tersebut

Di daerah itu memang banyak orang yang menggantungkan hidupnya sebagai pengrajin logam, seperti teko air, kubah masjid, knalpot, dan lain-lain. semuanya itu masih bersifat home industry atau industri rumah tangga. Tak heran jika ia juga melakoni bisnis tersebut.

Meski rambutnya yang hitam telah berubah warna menjadi putih dan dengan usianya yang kini telah menginjak angka lima puluh tahun, masih terus ia jalani dengan bergumul dengan dunia logam.

Nurzaman biasa mengirimkan berbagai macam logam, terutama onderdil atau aksesoris sepeda, seperti stang dan footstep ke tangan para pelanggannya. Baik yang dari dalam maupun luar kota.

Ia membeli onderdil tersebut masih dalam bentuk bahan mentah dari para penjual besi bekas yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Bahan tersebut kemudian Nurzaman olah menjadi barang setengah jadi, selebihnya ia percayakan kepada perusahaan vernikel untuk tahap penyelesaiannya

Nurzaman sendiri bisa mengirimkan pesanan sebanyak satu sampai dua kali dalam sebulan. Para pemesannya juga sudah terbilang lama menjalin kerjasama tersebut, yaitu para pemilik grosir di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, Semarang, juga Cirebon. meski demikian, ia juga tidak melupakan para pelanggan dari dalam kota.

“Para pelanggan saya kebanyakan para pemain lama, ya kira-kira sudah dua tahun”, katanya.

Dalam pengiriman tersebut, Nurzaman bisa menerima omzet antara empat sampai lima juta sekali kirim. Dan biasanya ia menerima pesanan dari pelanggan dengan total lima sampai sepuluh grosir tiap tahun.

ketika ada pemesan, ia merasa bahwa dengan adanya telepon seluler, maka komunikasi saat pengiriman barang bisa berjalan lancar. Tidak seperti ketika menggunakan telepon kabel yang sangat tidak fleksibel. Ia memakai komunikasi tersebut untuk memperlancar proses pengiriman barang kepada para pelanggannya, terutama yang berada di luar kota.

Ia juga tidak merasa bahwa beban atau anggaran untuk membiayai komunikasi tersebut memberatkan. Sebab, dalam seminggu ia hanya membutuhkan pulsa sekitar sepuluh ribu rupiah. Jika dibandingkan dengan omzetnya sebulan, maka dana tersebut masih terbilang kecil.

Dalam industri kecil, peran telepon seluler sangat penting, terutama saat proses pengiriman. entah pengiriman bahan baku maupun pengiriman ke tangan konsumen. ini karena proses pengiriman memerlukan komunikasi yang cukup efektif. Tanpa itu semua, maka proses pengiriman tersebut akan tertunda juga memakan biaya yang cukup mahal.

Tak seperti telepon rumah yang membutuhkan biaya obodemen yang mungkin memberatkan bagi pengusaha. Selain itu juga tidak praktis digunakan, terutama pengusaha tersebut kita sedang bepergian.

Semoga saja perkembangan seluler selanjutnya bisa memberikan aura positif yang lebih terhadap para pemilik industri rumah tangga di negara kita. Dengan demikian tidak hanya Nurzaman Tegal saja yang bisa meraup untung dengan dukungan komunikasi seluler, tetapi para Nurzaman-Nurzaman lain juga bisa menikmati manfaatnya dalam berbisnis.

Permalink 1 Komentar

aku…..

Oktober 10, 2008 at 8:08 am (iseng2)

aku muak

aku kesal

aku jengah

aku bosan

aku………..

aku………..

tak tahu

namun yang pasti

aku bingung

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Perjalanan Seekor Kuda

Agustus 18, 2008 at 3:26 pm (iseng2) ()

Seekor kuda berjalan menuju ke timur

Dengan penuh semangat

Mengejar mentari…

Ketoplak…….. ketoplak…. Ktoplak..

Plak……keto plak

Ktoplak plak keto

Plak

Ke to

Plak

Ketoplak….. Ketoplak…..

Ketoplak…..

Ketoplak…..` Ketoplak…..

Ketoplak…….. ketoplak…. Ktoplak..

Plak……keto plak

Plak plak keto….

HUH….. CAPEK…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Memoar of SMA

Juli 22, 2008 at 10:00 am (Uncategorized)

Masa SMA adalah masa yang sulit untuk dilupakan, dimana kita akan selalu terkenang dengan saat-saat itu. Rasanya kita ingin sekali kita untuk kembali kesana. Namun apa sih yang membuat kita selalu ingat dengan kenagan kita SMA dulu?

Saat kita bertemu dengan teman SMA kita dulu, pasti terbersit pertanyaan seperti ini, bagaimana keadaan mu sekarang?, kuliah atau kerja?, dimana?. Wah..pokoknya berbagai pertanyaan rasanya bertumpuk dan bercampur aduk jadi satu.

Kenangan waktu kita senang karena ranking satu atau baru jadian dengan seseorang yang kita suka, sebel karena dikerjain temen atau kena hukum oleh guru, marah, ataupun kecewa karena cinta kita ditolak, merupakan momen yang sulit untuk kita temui dalam kehidupan kita. Inilah yang menjadikan asam manis SMA menjadi sebuah kenangan yang cukup unik dan mengesankan.

Rasa kangen dan ingin kumpul bareng pasti ada tentunya. Tak heran jika rasanya kita ingin balik lagi pada masa-masa dulu, bahkan ada juga yang cuma melihat-lihat gedung sekolah hanya untuk mengurangi rasa rindu terhadap kenangan dulu.

Ditambah lagi kesibukan kita sehari-hari yang membuat kita kita sulit bertemu dengan teman lama membuat rasa kangen semakin menjadi. Ada yang masih kuliah, sudah kerja, jadi pengangangguran sukses, sampai ada yang sudah bekeluarga dan menjadi seorang ayah atau ibu. Pokoknya ribet deh kalo sudah kayak gini.

Karena itu, coba deh kalian luangkan waktu satu hari aja di hari libur dan kirim sms teman-teman dekat atau ce-es kalian untuk janjian ketemuan di sekolah kalian dulu. Meski ngobrol ngalor-ngidul di lingkungan sekolah, tapi itu cukup efektif lho. Apalagi kalo dibumbui dengan foto bareng di lingkungan sekolah, wah rasanya pasti seru deh.. kayak ini nih…

Permalink 3 Komentar

“peri”, ada g sih?

Juli 11, 2008 at 1:46 pm (kliping)

Jasad makhluk ini detemukan oleh seorang warga diatas gundukan tanah disekitar pekarangan rumahnya. Saat pertamakali melihatnya, orang tersebut mengira makhluk ini merupakan jasad anak kecil, maka ia pun bergegas meraih telepon genggamnya untuk menghubungi Polisi. Karena dorongan rasa ingin tahu yang besar, Sebelum polisi tiba di TKP, ia sempat mendekat dan melihat-lihat jasad makhluk tsb. Didalam hatinya dia juga sempat dan merasa janggal, mengapa jasad makhluk kecil yang satu ini mempunyai sayap mirip dedaunan? dan badannya terlalu mungil untuk ukuran seorang balita? Bahkan ketika polisi tiba, mereka juga bingung dan tidak mengerti, sebenarnya ini makhluk apa?

Menurut laporan dari hasil X-ray, makhluk tersebut memiliki struktur tulang mirip dengan susunan tulang pada balita, namun pada badannya sedikit berongga seperti jenis2 hewan insecta. Uniknya, ia juga memiliki bentuk fisik mirip dengan manusia, mempunyai 2 tangan lengkap dengan 5 jari, dua kaki, dan pada bagian kepalanya terdapat lapisan jaringan kulit sangat tipis yang ditumbuhi rambut berwarna pirang keemasan.

Tapi yang tidak habis dipikir, mengapa makhluk ini mempunyai sayap dan tinggi badannya tergolong sangat kecil, antara 10-20 cm tingginya. Jasadnya juga tidak membusuk, namun malah mengering dan sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk. Pada struktur sayapnya sendiri, walaupun sekilas jika dilihat mirip dengan dedaunan, tetapi ini bukanlah merupakan sejenis daun, jika diraba maka akan terlihat perbedanya. Sayapnya mirip dengan struktur sayap hewan-hewan insecta pada umumnya.

Sampai saat ini, tim forensik yang meneliti jasad makhluk ini belum mengerti sepenuhnya mengenai jenis dan identitasnya. Tetapi dari berbagai kesimpulan yang didapat, makhluk tersebut memilik struktur DNA mirip dengan DNA manusia, namun juga terdapat banyak kesamaan dengan hewan-hewan insecta.

Di wilayah pedasaan Derbyshire Countryside, Inggris sendiri, menurut penuturan beberapa penduduk setempat, memang pada malam hari sering muncul sinar-sinar cemerlang misterius yang berterbangan dibeberapa tempat didaerah itu. Biasanya paling sering muncul disekitar pinggiran sungai yang disekelilingnya penuh ditumbuhi dengan pepohonan atau disekitar areal perkebunan mereka. Namun, mereka tidak tahu dengan pasti makhluk apakah yang mengeluarkan sinar cemerlang tersebut, jika didekati seolah-olah sinar itu meredup dan ahirnya menghilang begitu saja

tengok ja ke tkp-nya klik di sini

Permalink 1 Komentar

Kebangkitan Nasional

Mei 28, 2008 at 1:42 pm (kliping)

100 Tahun Kebangkitan Nasional

Rabu, 14 Mei 08

Benarkah negara bangsa kita justru terpuruk 100 tahun setelah dicanangkannya kebangkitan nasional?

Berbeda dengan kebiasaan, saya mulai dengan suasana batin dari hampir semua anak bangsa yang peduli, bahwa negara bangsa kita sedang terpuruk pada tahapan yang mendekati titik nadir.

Solusinya harus drastis, tegas, cerdas, diagnosa yang tepat dan pemerintah memerintah dengan tangan besi. Butir-butirnya sebagai berikut.
UUD 1945 diberlakukan kembali. Dengan demikian tidak ada lagi pemilihan Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati dan Camat secara langsung. Dengan berlakunya lagi UUD 1945, kita menghindarkan diri dari fenomena elit bangsa Indonesia yang perilakunya mengejutkan. Mendadak sontak mereka menjadi orang yang berutang dan menghamburkan ratusan milyar rupiah untuk berkeliling seluruh Indonesia sambil menyombongkan diri bahwa dirinya hebat dan minta kepada rakyat supaya dipilih menjadi pemimpinnya. Mereka bukan lagi orang Indonesia yang terkenal rendah hati, yang humble. Tetapi orang yang tidak tahu malu seraya menghamburkan uang dalam jumlah besar yang tidak dimilikinya. Dengan sendirinya para elit ini kalau terpilih akan menggunakan kekuasaannya untuk berkorupsi guna mengembalikan uang yang telah dihamburkan untuk melakukan money politics.
Korupsi diberantas secara komprehensif melalui cara-cara yang sudah ditulis oleh penulis artikel ini dalam sebuah buku kecil berjudul : “Pemberantasan Korupsi untuk memperoleh Kemandirian, Kemakmuran, Kesejahteraan dan Keadilan Sosial.”
Berani menghadapi konsekuensi seberat apapun untuk merebut kemandirian bangsa dalam menyusun kebijakan publiknya sendiri. Untuk itu harus dikenali dengan tepat siapa-siapa musuh-musuh dalam selimut yang menempatkan dirinya sebagai pesuruh, komprador dan kroni kekuatan korprasi asing.

Marilah sekarang kita telusuri sampai seberapa parah dan mendalamnya persoalan bangsa dan negara yang sedang kita hadapi.

DELAPAN TONGGAK TERPENTING DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

100 tahun setelah peristiwa bersejarah yang dinamakan Kebangkitan Nasional dan hampir 63 tahun merdeka, hari ini kita masih berbicara tentang “mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”.

Kalaupun kita telah banyak mewujudkan cita-cita kemerdekaan, berbicara tentang mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia selalu relevan. Bukankah Bung Karno selalu mengatakan bahwa bangsa yang ingin menjadi bangsa besar harus menggantungkan cita-citanya setinggi bintang-bintang di langit?

Apakah kita telah mewujudkan cita-cita kemerdekaan, tetapi karena harus menggantungkan cita-cita setinggi bintang-bintang di langit lantas menyelenggarakan sarasehan dengan tema mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia?

Menurut hemat saya sama sekali tidak. Kondisi negara bangsa kita sedang terpuruk dengan tingkat yang mendekati titik nadir. Saya akan membatasi diri pada bidang saya, yakni ekonomi. Namun izinkanlah saya pertama-tama melemparkan pertanyaan tentang apakah kita maju atau mundur dalam 8 bidang yang merupakan tonggak-tonggak terpenting dari kehidupan berbangsa dan bernegara kita, yaitu sebagai berikut :

1. Kemandirian
Apakah kita dalam bidang kemandirian mengurus diri sendiri, yaitu mandiri dan bebas merumuskan kebijakan-kebijakan terbaik buat bangsa sendiri mengalami kemajuan atau kemunduran? Apakah de facto yang membuat kebijakan dalam segala bidang bangsa kita sendiri atau bangsa lain beserta lembaga-lembaga internasional?

2. Peradaban dan kebudayaan
Dalam bidang peradaban dan kebudayaan, terutama dalam bidang tata nilai, mental dan moralitas, apakah setelah 62 tahun merdeka dari penjajahan lebih maju atau lebih mundur? Benarkah Bung Hatta yang sejak puluhan tahun yang lalu sudah mengatakan bahwa korupsi mulai menjadi kebudayaan kita. Benarkah kalau sekarang dikatakan bahwa KKN sudah “mendarah daging” dan merupakan gaya hidup bagian terbanyak elit bangsa kita?

3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Apakah setelah 62 tahun merdeka bangsa kita unggul dalam bidang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi? Kemampuan kita menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan oleh bangsa-bangsa lain boleh dikatakan cukup up to date. Tetapi yang dimaksud apakah ilmu pengetahuan itu temuan kita sendiri, dan apakah teknologinya ciptaan oleh bangsa kita sendiri? Ataukah kita harus membeli dengan harga sangat mahal dari bangsa-bangsa lain?

4. Persatuan dan kesatuan
Apakah persatuan dan kesatuan bangsa kita lebih kokoh atau lebih rapuh? Referensi yang dapat kita gunakan adalah amandemen UUD 1945. Bentuk dan praktek otonomi daerah, baik dalam bidang pengelolaan administrasi negara maupun dalam bidang keuangannya. Aktifnya gerakan Papua Merdeka di dunia internasional. Konflik antar etnis dan antar agama yang cukup keras walaupun belum di banyak wilayah RI. Hilangnya Sipadan dan Ligitan. Digugatnya Ambalat. Dijadikannya kawasan bebas di Batam, Bintan dan Karimun.

5. Pertahanan dan keamanan
Apakah dalam bidang pertahanan dan keamanan, kondisi kita semakin kuat atau semakin lemah. Referensinya adalah persenjataan dan alat-alat perang yang kita miliki, dikaitkan dengan kemampuan membuatnya sendiri.

Apakah reformasi tidak terlampau meminggirkan kedudukan dan peran TNI sampai melampaui batas-batas yang membahayakan negara?

6. Tempat dan kedudukan bangsa kita dalam pergaulan internasional
Dalam pergaulan antar bangsa dan dalam kaitan keanggotaan kita dalam organisasi-organisasi internasional, apakah bangsa kita mempunyai tempat dan kedudukan yang lebih terhormat ataukah lebih terpuruk?

7. Kemakmuran yang berkeadilan
Tidak dapat disangkal bahwa pendapatan nasional per kapita meningkat sejak kemerdekaan sampai sekarang. Namun seperti diketahui, pendapatan nasional tidak mencerminkan pemerataan maupun keadilan dalam menikmati pendapatan nasional.

Referensi ialah bandingannya dengan negara-negara lain yang setara dalam tahapan pembangunannya. Jumlah angka pengangguran yang masih tinggi. Kemiskinan yang sudah menjurus pada busung lapar dan mati kelaparan. Piramida yang tajam sebagai gambaran perusahaan berskala besar dan usaha kecil menengah (UKM).

8. Keuangan negara
Keterbatasan dalam infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan public utility oleh pemerintah disebabkan karena keuangan negara yang boleh dikatakan sudah bangkrut, ataukah atas dasar prinsip (semacam ideologi) bahwa pemerintah haruslah sesedikit mungkin bekerja, dan sebanyak mungkin produksi dan distribusi barang dan jasa apa saja sebaiknya diserahkan kepada swasta, atau prinsip yang sedang disuarakan bahwa the best government is the least government?

Saya khawatir bahwa keresahan dan kegalauan di mana-mana dapat diintisarikan dalam 8 bidang tersebut yang semuanya mengalami kemunduran yang luar biasa.

EKONOMI

Selanjutnya saya membatasi diri pada bidang ekonomi.

Negara kita yang kaya akan minyak telah menjadi importir neto minyak untuk kebutuhan bangsa kita. 90% dari minyak kita dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan minyak asing. Pembagian hasil minyak yang prinsipnya 85% untuk Indonesia dan 15% untuk kontraktor asing kenyataannya sampai sekarang 60% untuk bangsa Indonesia dan 40% untuk perusahaan asing. Minyak milik rakyat Indonesia harus dijual kepada rakyat yang memilikinya dengan harga yang ditentukan oleh New York Mercantile Exchange; tidak oleh para pemimpin bangsa sesuai dengan kepatutan dan daya beli rakyat, seperti yang direncanakan sejak semula oleh para pendiri bangsa kita sampai waktu yang lama setelah kita merdeka.

Negara yang dikaruniai dengan hutan yang demikian luas dan lebatnya sehingga menjadikannya negara produsen eksportir kayu terbesar di dunia dihadapkan pada hutan-hutan yang gundul dan dana reboisasi yang praktis nihil karena dikorup. Walaupun telah gundul, masih saja terjadi penebangan liar yang diselundupkan ke luar negeri dengan nilai sekitar 2 milyar dollar AS.

Sumber daya mineral kita dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab dengan manfaat terbesar jatuh pada kontraktor asing dan kroni Indonesianya secara individual. Rakyat yang adalah pemilik dari bumi, air dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya memperoleh manfaat yang sangat minimal.

Ikan kita dicuri oleh kapal-kapal asing yang nilainya diperkirakan antara 3 sampai 4 milyar dollar AS.

Hampir semua produk pertanian diimpor.

Pasir kita dicuri dengan nilai yang minimal sekitar 3 milyar dollar AS.
Republik Indonesia yang demikian besarnya dan sudah 62 tahun merdeka dibuat lima kali bertekuk lutut harus membebaskan pulau Batam dari pengenaan pajak pertambahan nilai setiap kali batas waktu untuk diberlakukannya pengenaan PPn sudah mendekat, dan sekarang telah menjadi Kawasan Bebas Total buat negara-negara lain, tetapi terutama untuk Singapura, sehingga bersama-sama dengan pulau Bintan dan Karimun praktis merupakan satelitnya negara lain. Semua orang menjadikan tidak datangnya investor asing menjadi ancaman untuk semua sikap yang sedikit saja mencerminkan pikiran yang mandiri.

Industri-industri yang kita banggakan hanyalah industri manufaktur yang sifatnya industri tukang jahit dan perakitan yang bekerja atas upah kerja yang mendekati perbudakan seperti yang dapat kita saksikan dalam film “The New Rulers of the World” buatan John Pilger.

Pembangunan dibiayai dengan utang luar negeri melalui organisasi yang bernama IGGI/CGI yang penggunaannya diawasi oleh lembaga-lembaga internasional. Sejak tahun 1967 setiap tahunnya pemerintah mengemis utang dari IGGI/CGI sambil dimintai pertanggung jawaban tentang bagaimana dirinya mengurus Indonesia? Mulai tahun lalu CGI memang dibubarkan, tetapi pembubabaran itu hanyalah pura-pura. Kenyataannya APBN kita masih sangat tergantung pada utang luar negeri yang persyaratannya lebih berat dibandingkan dengan pengaturan yang terdahulu.

Utang dipicu terus tanpa kendali sehingga sudah lama pemerintah hanya mampu membayar cicilan utang pokok yang jatuh tempo dengan utang baru atau dengan cara gali lubang tutup lubang. Pembayaran untuk cicilan utang pokok dan bunganya sudah mencapai 25% atau lebih dari APBN setiap tahunnya.

Oleh Kwik Kian Gie

Permalink 1 Komentar

Menulis, Cara mencurahkan hati

Maret 1, 2008 at 1:03 pm (Uncategorized)

Menulis merupakan sebuah tantangan bagi kita untuk mempertemukan pikiran kita dengan jiwa dengan cara menyentuh perasaan kita.

Dalam hal ini, kita dapat menangkap sebuah ego kita yang tengah membumbung jauh dengan perantara imaji kita. Mungkin kita tidak tahu apa yang kita rasakan, namun dengan tulisan, kita mampu mengukur seberapa jauh dan dalamnya perasaan kita yang tengah bergejolak.

24-Februari 2008

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.